Minggu, 15 Juni 2014

sok tau..

Cinta akan menentukan sendiri kemana ia akan melangkah
Saat aku mereka bahwa ia untukku
Aku belum tentu benar
Dan ternyata aku salah
Harapan mungkin saja ada
Tapi mungkin akan ada harapan yang lebih
Dan itu bukan untukku
Kukira untukku
Mungkin benar ia akan untukku
Namun mungkin juga tidak
Maka berhati hatilah
Jaga setiap cinta yang akan datang
Peluang cintamu tak akan mampu bertahan sendiri
Jika kau melepasnya begitu saja
Genggam tangannya
Kaitkan keyakinannya
Dan rekatkan ia agar ia tak keliru
Jangan sesekali membiarkannya sendiri
Meski baru semenit tadi
Anggap saja kau telah lama berada didekatnya
Jangan sampai kabut menghalangi
Hingga engkau tertutup
Dan dia tak bisa melihatmu
Maka kamu akan sakit
Itu tak apa jika kau punya obatnya
Tapi jika tidak?
Sakit itu akan sangat lama hilangnya
Mungkin, hingga kau temukan cinta lagi..



Sabtu, 14 Juni 2014

coba baca aja..

Masalah orang itu… yang dulu perhatiannya nampol banget, saat orang-orang ga berani negor Riri, ehh dia nongol. Riri lagi bĂȘte, ehh dia lagi yang negor.  Kaya ngerti dunia Riri aja dia. Tiba-tiba aja terlintas dipikiran Riri dan Allah seakan denger pikiran Riri…. Ketemu lagi! Meski Riri gatau, dunia model apa yang sekarang lagi orang itu selamin. Tapi sih setelah sedikit ngobrol…. Gaada yang berubah :) masih tetep orang yang ga muluk-muluk, apa adanya, hidupnya kayanya tenang banget, senyum mulu lagi, selalu ngajak orang lain untuk masuk ke dunianya. Sedangkan Riri, yah keep be diri sendiri aja.

Trus masalah temen-temen Riri yang ini, yang asik banget, dulunya. Perhatian banget, dulunya. Membahagiakan banget, dulunya. Sekarang gatau apa kabarnya. Riri ga berhasil ngumpulin mereka dan jelasin isi hati dia yang tulus ga berniat hal buruk apapun. Sampe udah pada gatau gimana kabarnya sekarang. Dengan Riri gabisa ngontrol dan meresapi dunia macam apa yang udah diselami sama temen-temenya itu. Pastinya dunia yang beda sama Riri. Yang udah ga sepemikiran.  Sempet mau ngumpulin mereka, lagi lagi pikiran itu muncul. Kalau mereka akan bilang Riri “lebay”, “terlalu dramatisir”, “santai aja lah Ri” padahal dalam hati mereka mungkin aja masih mikirin masalah itu. Masalah yang sebenernya muncul karena salah paham mereka yang semakin menjadi jadi karena Riri gaberhasil ngomong dan jelasin! Hoaaaaam! “Allah maha tau temen-temenku”. Kebahagiaan, Allah yang berhak ngasih ke kita, Allah yang berhak ambil itu juga. Kita gaboleh marah, gaboleh maksa untuk dapetin itu lagi. Jangan berhenti senyum ya :)

Dan dunia baru, ga baru juga sih, santai aja. Riri ada di babak baru. Seiring jalannya waktu juga akan jadi dunia yang ga baru juga. Lebay ihh!

Sejak pindah tempat tinggal, kayaknya sih semenjak itu, itu sih kalo gue ga sok tau. Tapi emang bener, gue ga sok tau kok. Pindah , setiap pindah dari tempat satu ke tempat lainnya pasti ada yang berubah kali ya. Entah dari diri kita, lingkungan, sampe temen-temen juga. Masa sih? Harusnya sih kalo Riri hebat, dia bisa pertahanin bahagia itu, tapi Riri ga sehebat Allah yang berhak ambil itu. Tapi kalo mikir bijaknya, pasti dia bakal dapet kebahagiaan baru yang lebih dari itu.

Nyari hikmah itu penting, mikirin hikmah apa dari cobaan yang baru kita dapet. Prinsipnya Riri sih, kalo segala sesuatu dilakukan dengan tulus, gaakan ada yang ga membahagiakan. Semua akan tulus dari hati dan ga akan  ada yang kecewa dengan keadaan inilah, keadaan itulah. Disyukuri aja.

Pelajaran-pelajaran yang dia dapet ampe umur 17 tahun ini. Pertama, jangan manja,

Kedua, jangan bergantung sama orang lain, meskipun setiap orang pasti butuh orang lain, yap ralat, jangan terlalu bergantung sama orang lain. Bergantung boleh, tapi mungkin jangan keterlaluan. Sakit rasanya kalo itu orang tiba-tiba ngilang atau udah pindah ke dunia macam beda sama kita. Ya macam… dunia yang ga sepemikiran alias ga sependapat dan sehati. Kalo udah gitu kita mau bergantung sama siapa coba. Intinya sih jangan terlalu banyak curhat soal hati secara frontal sama manusia. Mereka kan juga punya masalah. Paling ga curhat kecil-kecilan aja, kayak cem-ceman, trus kesel dikit sama orang. Itu wajar kan. Ya yang wajar-wajar aja. Solusi termaknyus, coba deh bergantung sama Allah :).

Ketiga, coba untuk ga nengok kebelakang. Jelas-jelas udah diapus sama Allah, sampe-sampe kita mesti ada dititik kita berdiri sekarang. Belom tentu juga yang dibelakang itu bisa liat wajah kita, hati kita. Kita masih liatin aja :P. coba deh nikmatin apa yang kita pijakin sekarang dan liat didepan kita, banyak orang yang senyum dan natap wajah dan hati kita. Bahagia yang lebih membahagiakan ada didepan kita woy, udah disiapin sama Allah. Nikmatin deh, hirup udaranya yang sejuk itu.. beeeh lebay amat!. Ya tapi bener, nikmatin, syukurin, jalanin. Coba kalo belom apa apa udah cemberut, ntar orang yang lagi natap kita ikut cemberut. Senyumin deh, pasti pada senyum juga kan? Ya begitu deh sekiranya… kalo ga sok tau :).



Keempat….. (berlanjut sampe waktu yang gatau kapan :))

Sabtu, 03 November 2012


Syukur
Bersyukur…
Kata yang singkat, namun ia punya banyak makna
Mengundang air mata pula…
Memberi pelajaran untuk sebuah kehidupan
Mengatakan bahwa orang yang sudah mengenalnya adalah orang yang telah bebas
Telah lulus dari semua cobaan
Telah puas dengan semua yang diberikan untuknya
Telah mengeluarkan kata…
Cukup
Karena tak butuh lagi
Tak kan ada lagi penyesalan dalam dirinya
Tak kan ada lagi kekesalan karena belum cukup dan puas
Tak kan ada lagi kemarahan
Tak kan ada protes terhadap apa yang dimilikinya
Dijatahkan untuknya…
Ya, orang yang bersyukur adalah orang yang sedamai-damainya dan setenang-tenangnya…
Dalam setiap hembus nafasnya terhirup hawa kedamaian lagi ketenangan…

Pernahkah kau merasakan seperti ini?
Aku tak mampu berkata sepatahkatapun
Aku terkejut, namun aku hanya diam
Aku harus apa?
Memang tak seharusnya aku bersikap seperti itu
Aku mungkin telah membuatnya kecewa..
Maaf…
Maaf aku seperti itu
Inilah aku
Aku memang seperti itu
Tak usah khawatir
Pada akhirnya aku berterimakasih padanya
Karena dia memberi banyak pelajaran untukku
Sikapku mungkin tak membuatnya senang
Tapi itu hanya sikapku
Perkataanku mungkin tak enak didengar
Tapi itu perkataanku saja
Mungkin saat ini aku tak bisa mengungkapkan dengan sempurna apa yang ada dalam hatiku
Jadi tolong mengerti!
Jika itu masih membuatnya kecewa
Maafkan aku
Maaf….

Pupus…
Untaian kata tak dapat meggatikan kata itu..
Ya, mungkin harus dihadapi dengan kata ikhlas
Harus!
Aku tak boleh pupus!!!
Bagaimanapun juga, ikhlas adalah jalan terbaik
Diam pun tak berhasil menghadapi kata itu
Aku tahu ini sulit
Tapi aku lebih tahu bahwa… pasti ada yang lebih baik
Sudah disiapkan, ya, ini pilihanku
Aku harus ikhlas..
Ikhlas ku pun untuk kebahagiaan kita bersama
Awalnya tak ada kata bahagia itu…
Namun pada akhirnya datang padaku
Ia memberitahu arti kata ikhlas dibalik pupusnya hatiku
Walau awalnya amat sakit
Sekarang aku coba ikhlas
Karena aku yakin ada makna dibalik setiap apapun
Ada hikmah dari setiap keadaan
Sekarang aku menuju kedamaian
Ya, kedamaian dalam ruang hati yang baru
Yang baru sembuh dari luka, kemarin…..

Sabtu, 13 Oktober 2012



Percaya adalah sulit untukku…
Sesulit apapun aku berusaha untuk cepat percaya pada orang lain,
Yang aku dapat hanyalah diam dihadapannya dan menutup erat mulutku..
Biarlah orang itu kesal dengan semua sikapku, tapi tak apa…
Inilah aku…hanya orang yang istimewa yang mampu bertahan dengn sikapku..
Aku… dengan segala kekuranganku…
Kesabaran..
Pengertian..
Kelembutan..
Mungkin itu yang aku cari..
Namun, sangat langka kah orang seperti itu? Hingga aku belum menemukannya, satu pun tidak.
Aku belum mendapatkannya? Ataukah aku yang tenggelam dalam diamku?
Tak mau orang lain tau tentang aku..
Kecuali..
Orang itu bertanya, aku akan menjelaskannya..
Itupun tak satupun yang aku jawab,
Sampai ku temukan satu yang pasti..
Aku akan membuka lebar ceritaku..
Jika masih tak bisa pun, ku coba menuliskannya dengan pena..
Maka siapapun yang ingin tahu tentang ceritaku, bebas membacanya dengan segala komentar yang diutarakan hanya untukku,
Sedang aku? Tenang dalam kedamaian dan kebahagiaan yang seutuhnya tanpa hambatan apapun, tanpa komentar yang mungkin dapat menggores hati,
tanpa pendapat yang rumit,
tanpa air mata…..